Selain kualitas sumber daya manusia, Indonesia juga memiliki modal besar berupa bonus demografi. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 288,3 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 69,03 persen atau lebih dari 199 juta jiwa merupakan penduduk usia produktif berusia 15 hingga 64 tahun.
Khofifah menilai besarnya populasi usia produktif tersebut menjadi peluang strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional apabila dibarengi dengan peningkatan kompetensi yang memadai.
“Potensi ini menjadikan generasi milenial dan Gen Z sebagai motor untuk mengadaptasi digitalisasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi pelaksanaan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMA Taruna Nala Kota Malang. Program tersebut dinilai mampu menanamkan budaya inovasi kepada peserta didik melalui kegiatan budidaya tanaman pangan dan peternakan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan semangat kemandirian dan ketahanan pangan sejak usia sekolah.
“Program SIKAP ini mengajarkan tidak hanya pendidik dan tenaga kependidikan, tetapi juga anak-anak untuk bisa membudidayakan tanaman pangan dan hewan ternak yang dimulai di lingkungan sekolah,” ujar Khofifah.