Perluasan program Sekolah Rakyat tersebut juga menjadi perhatian bagi daerah, termasuk Jawa Timur. Dengan target lebih dari 150 ribu siswa pada 2027, kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting agar penambahan peserta didik dapat diimbangi dengan ketersediaan sekolah, tenaga pendidik, fasilitas, serta sistem pendampingan.
Selain kapasitas pendidikan, pemetaan calon siswa juga menjadi tantangan. Pemerintah daerah perlu memastikan anak-anak dari keluarga miskin, tidak sekolah, maupun putus sekolah dapat teridentifikasi dan memperoleh akses terhadap program tersebut.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah siswa, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan mereka memperoleh pendidikan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Dengan target 150 ribu siswa pada 2027, pemerintah daerah kini dituntut memperkuat pemetaan kebutuhan sekaligus memastikan perluasan Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau anak-anak yang selama ini paling sulit mengakses pendidikan. (ivan)