Setelah dinyatakan lolos, Ismi harus meninggalkan sementara kedua orangtuanya untuk menjalani karantina dan pelatihan terpusat di Jakarta. Ia mulai mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 sejak 14 Juli 2026.
Jarak dengan keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi Ismi. Sebelumnya, ia masih dapat bertemu orangtuanya setiap dua minggu ketika berada di Sekolah Rakyat.
Namun, rasa rindu tersebut justru menjadi penyemangat bagi Ismi. Ia ingin menjalani seluruh rangkaian pelatihan dengan serius demi membanggakan kedua orangtuanya.
Kedisiplinan yang telah dibangun selama berada di Sekolah Rakyat juga membuat Ismi tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan pola kehidupan selama karantina.