Ke-14 guru tersebut berasal dari SMK negeri maupun swasta yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Program tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selama tiga bulan, para guru akan menjalani program magang di Jerman, termasuk mengikuti pendidikan di Festo Didactic dan Technische Universität Dresden (TU Dresden).
Aries berharap pengalaman yang diperoleh para peserta nantinya dapat ditularkan kepada guru SMK lainnya. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh 14 guru yang berangkat.
“Jangan sampai pengalaman di Jerman berhenti pada 14 orang. Satu guru harus mampu menginspirasi puluhan guru lain dan berdampak kepada ratusan bahkan ribuan murid,” katanya.
Ia menilai pengalaman internasional tersebut juga dapat memperkuat keterkaitan dan kesepadanan atau link and match antara pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.