Gubernur Khofifah Lepas Wisudawan AMN untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045

pendidikan | 13 September 2026 18:36

Gubernur Khofifah Lepas Wisudawan AMN untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045
Gubenur Khofifah (dua dari kiri) memberikan selamat kepada wisudawan angkatan pertama mahasiswa penerima beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Upaya memperkuat integrasi bangsa melalui pendekatan intelektual generasi muda terus dimaksimalkan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 200 mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus memimpin prosesi wisuda pertama bagi 305 mahasiswa penerima beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya di Surabaya, Sabtu, (12/9/2026).

 

Mengusung tema “Simfoni Kebinekaan”, pengukuhan ditandai dengan pemasangan jas almamater secara simbolis oleh Gubernur Khofifah bersama Ketua Senat AMN Surabaya kepada empat perwakilan mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan UPN Veteran Jawa Timur. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (13/9/2026).

 

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberadaan AMN bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembentukan karakter dan wadah untuk merajut persatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke.

 

“Lewat AMN ini kita berharap terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya. Sebenarnya kita sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda. Mereka telah dididik, dibina, dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Semoga ini menjadi pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah.

 

 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BIN RI, Komjen Pol (Purn) Imam Sugianto, menyebut AMN Surabaya sebagai kawah candradimuka yang memegang misi vital dalam merawat ketahanan sosial serta integrasi nasional sejak dini.

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Badri Munir Sukoco, menitipkan pesan mendalam bagi para lulusan dan mahasiswa baru AMN. Ia menekankan empat pilar utama yang harus dipegang teguh: ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan.

 

Pada wisuda perdana ini, sebanyak 305 lulusan berasal dari empat PTN mitra di Surabaya, dengan rincian:

  • UPN Veteran Jawa Timur: 124 lulusan
  • Unesa: 85 lulusan
  • ITS Surabaya: 50 lulusan
  • Unair: 46 lulusan

 

 

 

Khofifah menambahkan bahwa sebagian wisudawan tidak dapat hadir langsung di lokasi karena telah diterima melanjutkan studi S2 maupun sudah mulai bekerja.

 

Di sisi lain, penghuni baru AMN Surabaya Angkatan V Tahun 2026 tercatat sebanyak 200 mahasiswa bereputasi akademik dan non-akademik di tingkat nasional maupun internasional. Para penerima beasiswa ini terbagi rata masing-masing 50 mahasiswa di Unair, ITS, Unesa, dan UPN Veteran Jawa Timur, yang mencakup keterwakilan dari 34 provinsi di Indonesia.

 

Program AMN Surabaya sendiri merupakan inisiatif beasiswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang mengintegrasikan mahasiswa dari empat perguruan tinggi negeri terkemuka di Surabaya. (ivan)