Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pengembangan kategori dalam MTQ menjadi salah satu bagian dari inovasi penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an.
Pengembangan tersebut, kata dia, masih dapat dilakukan pada penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.
MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi arena kompetisi antarkafilah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan peserta dari berbagai daerah untuk memperkuat syiar dan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Kafilah Jawa Timur membawa pulang capaian peringkat keempat bersama Aceh. Hasil tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan prestasi di bidang Al-Qur’an di Jawa Timur. (ivan)