Kurikulum Praktis dan Beasiswa LPDP
Sementara itu, University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL, Prof. Simon Tanner, menjelaskan bahwa kurikulum MSc Advanced Cyber Security dirancang dengan memadukan pendekatan teoretis dan praktis.
Mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik pencegahan ancaman, tetapi juga dibekali keterampilan mitigasi dan penanganan krisis ketika sistem pertahanan berhasil ditembus.
"Para mahasiswa inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan dalam bidang keamanan siber tingkat lanjut untuk Indonesia, menggunakan keahlian mereka untuk membantu melindungi masyarakat serta organisasi," jelas Simon.
Ia mengungkapkan, perkuliahan angkatan pertama program MSc Advanced Cyber Security dijadwalkan mulai berjalan pada September 2027 dengan dukungan beasiswa LPDP. Program ini menargetkan kandidat yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer.
Untuk tahap awal, KCL Singhasari menargetkan kuota sekitar 20 hingga 30 mahasiswa, yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap. Selain program magister reguler, KCL Singhasari juga merencanakan program short course bagi korporasi dan organisasi yang membutuhkan upskillingkeamanan siber secara cepat. (ivan)