Dukung SDM Digital, Gubernur Khofifah Sambut Peluncuran Dua Prodi Magister King’s College London Singhasari

pendidikan | 03 Oktober 2026 07:41

Dukung SDM Digital, Gubernur Khofifah Sambut Peluncuran Dua Prodi Magister King’s College London Singhasari
Dukung penguatan SDM di era digital, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik peluncuran dua program studi magister baru King’s College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, Jumat, (2/10/2026). (dok kominfo)

MALANG, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh peluncuran dua program studi magister baru King’s College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, Jumat, (2/10/2026). Dua program studi tersebut yakni Master of Laws (LLM) Digital Law dan Master of Science (MSc) Advanced Cyber Security.

 

Khofifah menegaskan bahwa kehadiran dua program pascasarjana ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor digital, khususnya pada ranah hukum digital dan keamanan siber. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (3/10/2026).

 

Menurutnya, penguatan kapasitas SDM di bidang siber bukan lagi sekadar isu regional, melainkan kebutuhan krusial skala nasional seiring meningkatnya potensi ancaman data digital.

 

"Meskipun tempatnya di Singhasari, Malang, Jawa Timur, ini sebenarnya merupakan kebutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kita harus memproteksi data dan keamanan, baik keamanan nasional, perbankan maupun sektor swasta," ujar Khofifah usai acara peluncuran.

 

 

Langkah ini juga dinilai relevan dengan eskalasi serangan siber di tanah air. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang tahun 2025. Sementara pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, jumlah serangan siber sudah menembus angka 1,52 miliar.

 

Khofifah menambahkan, keberadaan KCL di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi pentaheliks—melibatkan sektor pendidikan, teknologi, riset, pemerintah, hingga industri—untuk memberikan solusi konkret atas tantangan masyarakat modern.

 

Dukungan senada disampaikan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib. Ia mengapresiasi keputusan pihak King’s College London yang memilih Kabupaten Malang sebagai basis pengembangan pendidikan kelas dunia.

"Pemerintah Kabupaten Malang sangat mendukung program ini. Selamat atas dibukanya dua program studi magister baru dan terima kasih karena Kabupaten Malang dipilih sebagai tempat pengembangan program pendidikan ini," kata Lathifah.

 

 

Kurikulum Praktis dan Beasiswa LPDP

 

Sementara itu, University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL, Prof. Simon Tanner, menjelaskan bahwa kurikulum MSc Advanced Cyber Security dirancang dengan memadukan pendekatan teoretis dan praktis.

 

Mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik pencegahan ancaman, tetapi juga dibekali keterampilan mitigasi dan penanganan krisis ketika sistem pertahanan berhasil ditembus.

"Para mahasiswa inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan dalam bidang keamanan siber tingkat lanjut untuk Indonesia, menggunakan keahlian mereka untuk membantu melindungi masyarakat serta organisasi," jelas Simon.

 

Ia mengungkapkan, perkuliahan angkatan pertama program MSc Advanced Cyber Security dijadwalkan mulai berjalan pada September 2027 dengan dukungan beasiswa LPDP. Program ini menargetkan kandidat yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer.

 

Untuk tahap awal, KCL Singhasari menargetkan kuota sekitar 20 hingga 30 mahasiswa, yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap. Selain program magister reguler, KCL Singhasari juga merencanakan program short course bagi korporasi dan organisasi yang membutuhkan upskillingkeamanan siber secara cepat. (ivan)