SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Ia menegaskan, perbaikan fasilitas sekolah seharusnya dilakukan secara terencana melalui mekanisme birokrasi, tanpa harus menunggu aduan viral di media sosial atau laporan langsung ke Wali Kota.
Pernyataan tersebut merespons kondisi di SDN Semolowaru IV Surabaya, di mana delapan ruangan kelas yang ada harus menampung 12 rombongan belajar (rombel). Akibat keterbatasan fasilitas dan kurangnya bangku, sejumlah siswa terpaksa menjalani proses belajar-mengajar lesehan di perpustakaan. Dilansir dari jawapos.com, Selasa, (13/10/2026)
Imam menyayangkan kondisi tersebut mengingat sektor pendidikan di Kota Surabaya sejatinya memperoleh alokasi anggaran yang memadai dalam APBD.
"Dengan anggaran pendidikan yang besar, semestinya persoalan seperti bangku rusak, tembok sekolah retak, atap bocor, hingga kamar mandi yang kumuh dan tidak higienis tidak boleh diabaikan," ujar Imam, Selasa (13/10).