Abu Masyar

Ilmuwan Islam Terhebat di Abad ke 9

tokoh | 28 November 2022 21:26

Ilmuwan Islam Terhebat di Abad ke 9
Dok pixabay

Abu Masyar Ja'far Ibnu Muhammad Ibnu Umar yang juga dikenal sebagai Al-Falaki atau Ibnu Balkhi, mempunyai nama latin Albuxar.

 

Oleh: Annas Sholahuddin

 

la adalah astronom dan filsuf Muslim asal Persia. Ia dianggap sebagai Astronom terbesar dari Abbasiyah di Baghdad, Irak pada abad ke - 9.

 

Abu Masyar al-Balkhi lahir 10 Agustus 787 di Balkh, Khurasan dan wafat 9 Maret 886 M, di Wasit, Irak. 

 

Kecemerlangannya dalam menekuni dunia sains mengantarkan namanya dalam daftar ilmuwan muslim terhebat sepanjang masa.

 

Dalam buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim yang ditulis oleh Yusup Somadinata, dijelaskan bahwa Abu Masyar juga menulis sejumlah buku pedoman praktis tentang astrologi. 

 

"Karya-karyanya ditulis dalam bahasa Arab dan Persia. Pada masa itu, ilmu astrologi belum dihubungkan dengan ilmu nujum, hanya berhubungan dengan rasi bintang saja," ungkap Yusup dalam bukunya, dikutip Senin (28/11).

 

Yusup menyebutkan bahwa sejak remaja, Abu Masyar sudah mempelajari tradisi Arab kuno. la terus memperdalam pengetahuannya dengan mempelajari bidang lain, seperti astronomi. 

 

Walaupun menghasilkan banyak karya astrologi, sebenarnya Abu Masyar baru mempelajari astrologi pada umur 47 tahun. la menguasai astrologi yang bermuatan sains bukan nujum seperti astrolog lainnya. Ia menghasilkan sejumlah karya astrologi yang banyak mempengaruhi prinsip dasar dan hukum-hukum astronomi. Karyanya itu berisi sejumlah pengamatan yang telah dilakukannya dan salah satunya adalah hasil pengamatan suatu komet. 

 

Karya-karya Abu Masyar sangat memengaruhi para ilmuwan Timur dan Barat. Pada abad pertengahan, para ilmuwan Eropa mempelajari hukum pasang surut air laut dari buku Abu Masyar. 

 

Dalam penjelasannya, terdapat beberapa uraian yang sangat mengagumkan karena sesuai dengan hasil pengamatan yang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan modern. 

 

"Misalnya, teori tentang pengaruh bulan terhadap angin dan curah hujan. Hingga kini, karya Abu Masyar masih sering dijadikan bahan rujukan oleh para ahli matematika dan geografi," tulis Yusup.

 

Karya Abu Masyar di antaranya adalah dua kitab pengenalan terhadap Astrologi: 

 

• Kitab pengenalan astrologi 'al-mudkhal al-Kabir' yang telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Yunani mulai abad ke-11. Kitab ini memiliki pe-ngaruh besar terhadap filsuf Barat seperti Albertus Agung. 

• Kitab 'Mukhtasar al-mudkhal', sebuah versi singkat dari kitab sebelumnya. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Adelard dari Bath. 

 

Kitab-kitab lain karya Abu Masyar: 

 

• `Kitab tentang Agama dan Dinasti' yang merupakan karya terpenting Abu Masyar. 

• Kitab `Alayhi al-ashkha- al-ulwiyya' atau `Indikasi Pada Benda Langit'. 

• `Kitab Indikasi Konjungsi Planet'. Konjungsi adalah peristiwa yang terjadi saat jarak sudut suatu benda langit dengan benda langit lainnya sama dengan nol derajat ketika diamati dari bumi. 

• `Kitab Seribu' yang diabadikan hanya dalam ringkasan oleh Sijzi. 

• Kitab 'Bunga-bunga Abu Masyar'. Kitab ini merupakan petunjuk bagi para astrolog yang menggunakan horoskop untuk memeriksa hitungan bulan dan hari dalam setahun. Kitab ini diterjemahkan pada abad ke-12 oleh John dari Seville.