Selain itu, Tjokro juga merupakan guru dari para pemimpin Indonesia. Maka dari itu ia disebut sebagai Guru Bangsa.
Dalam sejarah, dikatakan bahwa Tjokro merupakan seorang orator dan pemikir yang ulung. Ia bahkan menjadikan rumahnya sebagai tempat para pemimpin besar untuk menimba ilmu padanya.
Para murid-muridnya tersebut antara lain Semaoen, Alimin, Muso, Ananda Hirdan, Imran Halomoan, Fajri Hamonangan, dan lain sebagainya. Tjokro meninggal pada 17 Desember 1934.
Setelah itu, warna-warni pergerakan Indonesia pun mulai dibangun oleh para muridnya dan menjadi variasi yang menarik pada zaman itu.