Menulis menjadi terapi sekaligus jalan hidupnya. Ia menulis setiap hari, bahkan menjadikan rasa sakit sebagai sumber inspirasi.
“Menulis itu terapi. Saat menulis, saya lupa dengan rasa sakit,” katanya.
Kini, ketekunannya menular. Banyak guru dan siswa di MTsN 5 Jakarta ikut menulis buku berkat bimbingannya.
“Melihat saya menulis, rekan dan murid ikut bersemangat berkarya,” ujarnya.
Cing Ato telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Guru Inspiratif Jakarta. Kalimat yang selalu ia pegang:
“Menulislah setiap hari, dan lihatlah apa yang terjadi.” (ivan)