KH Sya’roni Ahmadi

Ulama Qiraat dari Kudus dan Pewaris Keilmuan Al-Qur’an

tokoh | 06 November 2025 08:56

 

Hingga akhir hayatnya pada 27 April 2021 (15 Ramadan 1442 H), KH Sya’roni mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah. Ia aktif mengajar di Madrasah Qudsiyyah dan Madrasah Diniyyah Nahdlatul Ulama Keradenan Kudus, serta memimpin pengajian Tafsir Jalalain di Masjidil Aqsha Menara Kudus setiap Jumat pagi.

 

Selain berdakwah, beliau produktif menulis kitab keislaman, di antaranya Al-Faraid al-SaniyahAl-Qira’ah al-AsriyyahAl-Tasrih al-Yasir fi Ilmi al-Tafsir, dan yang paling dikenal, Faidhul Asani ‘ala Hirz al-Amani wa Wajh al-Tahani — syarah atas Matan Syatibiyyah karya Imam Asy-Syatibi. Kitab ini terdiri dari tiga jilid dan menjadi referensi utama dalam studi qiraat di Indonesia.

 

Melalui karyanya itu, KH Sya’roni meneguhkan posisi Kudus sebagai pusat keilmuan Al-Qur’an. Pemikiran dan karya beliau kini terus diajarkan di berbagai pesantren, termasuk di Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an, lembaga pendidikan tinggi di bawah Yayasan Arwaniyyah yang melestarikan tradisi qiraat dan tafsir.

 

Bagi masyarakat Kudus, KH Sya’roni bukan sekadar ulama tafsir dan qiraat, tetapi juga teladan ketulusan dan keikhlasan dalam berkhidmah kepada umat. Kepergiannya meninggalkan warisan intelektual yang terus hidup dalam santri-santrinya dan karya tulisnya yang abadi. (ivan)