Jejak Sang Ulama Besar dari Madura
Syaikhona Kholil lahir di Bangkalan, Madura, 25 Mei 1835 (11 Jumadil Akhir 1235 H) dari pasangan KH. Abdul Latif dan Nyai Kondang. Sejak kecil, beliau dikenal cerdas, tekun, dan memiliki semangat luar biasa dalam menuntut ilmu agama. Dalam usia muda, ia telah menguasai berbagai kitab klasik, termasuk Nazham Alfiyah Ibnu Malik — kitab tata bahasa Arab yang sulit bahkan bagi ulama senior.
Perjalanan menuntut ilmu Syaikhona Kholil membawanya ke sejumlah pesantren ternama di Jawa, seperti Pesantren Langitan (Tuban) dan Pesantren Banyuwangi. Namun dahaga keilmuannya tak berhenti di tanah air. Ia kemudian melanjutkan studi ke Mekkah, pusat ilmu Islam dunia saat itu.
Di Tanah Suci, Syaikhona Kholil berguru kepada para ulama besar seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Zaini Dahlan, dua ulama yang kelak juga menjadi rujukan dunia Islam internasional. Dari merekalah beliau memperdalam berbagai cabang ilmu agama, mulai dari fikih, tauhid, hingga tasawuf.