Gaya kepemimpinan tersebut membuat organisasi partai tetap solid di tengah dinamika politik yang kerap berubah. Sikap terbuka dan kemampuan membangun komunikasi sehat menjadi ciri khas Kusnadi yang hingga kini masih dijadikan teladan oleh kader PDIP Jawa Timur.
Lahir pada 7 Desember 1958, Kusnadi dikenal sebagai politikus yang dekat dengan rakyat dan kuat di basis akar rumput. Karier politiknya menempatkan ia sebagai salah satu tokoh penting PDIP di Jawa Timur, baik di legislatif maupun struktur partai.
Dari sisi pendidikan, Kusnadi menamatkan S-1 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 1986 dan melanjutkan S-2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diselesaikannya pada 1995. Bekal akademik tersebut memperkuat perannya sebagai politisi yang rasional dan komunikatif.
Di akhir hayatnya, Kusnadi menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya akibat kanker kelenjar getah bening (limfoma) serta penyakit autoimun. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.01 WIB, sebagaimana dikonfirmasi pihak keluarga dan rumah sakit.