JAKARTA, PustakaJC.co – Pemikiran Prof. Sri Mulyati Azmi Abubakar menegaskan bahwa tasawuf bukan pelarian dari dunia, melainkan jalan pembinaan jiwa yang relevan untuk menjawab krisis spiritual manusia modern.
Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dikenal sebagai akademisi sekaligus tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang konsisten menjembatani spiritualitas Islam dengan dinamika zaman. Melalui karya dan kiprahnya, ia menempatkan tasawuf sebagai energi moral yang mampu menjaga keseimbangan hidup manusia di tengah tekanan modernitas. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (19/2/2026).
Dalam pandangannya, tasawuf bukan sekadar teori akademik, tetapi sistem pendidikan spiritual yang terstruktur. Melalui karya monumentalnya, Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia, ia menjelaskan bahwa tarekat merupakan jalan menuju Tuhan yang memiliki sanad, metode, dan etika yang jelas.
“Tarekat adalah jalan pembinaan ruhani yang membimbing manusia menuju kedekatan dengan Allah secara terarah,” tulisnya dalam buku tersebut.