Melalui penelitian tersebut, ia membantu memperkenalkan warisan intelektual ulama Nusantara kepada dunia akademik internasional. Karya tersebut bahkan tengah diusulkan sebagai bagian dari program Memory of the World UNESCO, sebuah pengakuan atas pentingnya manuskrip sebagai warisan dunia.
Selain meneliti, Nabilah juga aktif menerjemahkan karya tokoh Indonesia ke dalam bahasa Arab. Ia menerjemahkan memoar Presiden B. J. Habibie serta berbagai karya intelektual Indonesia lainnya, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Timur Tengah.
Ia juga mendirikan majalah berbahasa Arab di Indonesia yang menjadi media pengenalan budaya, pariwisata, dan pemikiran Indonesia kepada dunia Arab.
Nabilah pensiun sebagai Guru Besar pada 2007. Namun, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, penerjemahan, dan kerja sama internasional. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi intelektual dan keagamaan, termasuk komunitas pernaskahan dan organisasi cendekiawan Muslim.