Ibu Wulan

Dari Kesulitan Hidup hingga Sukses Bangun Usaha dan Miliki Rumah Sendiri

tokoh | 19 Maret 2026 03:56

Dari Kesulitan Hidup hingga Sukses Bangun Usaha dan Miliki Rumah Sendiri
Ibu Wulan, perempuan tangguh yang berjualan daun jeruk untuk bahan masak yang usahanya terus berkembang berkat dukungan pendampingan dari petugas PNM Mekaar. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Di sudut Denpasar, Bali, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan yang menjadi cerminan ketangguhan dan harapan. Ibu Wulan, seorang ibu rumah tangga, pernah berada di titik terendah dalam hidupnya—tanpa pekerjaan tetap, kesulitan membiayai pendidikan anak, hingga belum memiliki tempat tinggal yang layak. 

 

“Saya memilih tidak menyerah, dan terus berusaha karena kami bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk anak dan keluarga. Terima kasih PNM sudah mendampingi saya melewati masa sulit,” ujar Ibu Wulan. Demikian dikutip dari Jawapos.com, rabu, (18/3/2026). 

 

 

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Dengan tekad kuat, ia memulai usaha sederhana berjualan daun jeruk sebagai bahan masakan. Dari langkah kecil itulah, perjalanan panjangnya menuju kemandirian ekonomi dimulai.

 

 

Dalam prosesnya, Ibu Wulan tidak berjalan sendiri. Ia mendapatkan pendampingan dari program PNM Mekaar, yang dikenal dengan para petugasnya yang akrab disapa “kakak-kakak putih biru”. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menjadi sumber semangat dan motivasi bagi para ibu prasejahtera untuk terus berjuang.

 

 

Seiring waktu, usaha kecil yang dirintisnya mulai menunjukkan hasil. Dari berjualan daun jeruk, kini Ibu Wulan mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah sendiri, serta mengembangkan usaha lain seperti jasa setrika pakaian dan katering panggilan.

 

 

Kisah ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya berhenti pada bantuan modal, tetapi juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan serta lingkungan yang saling mendukung. Melalui komunitas, para ibu dapat saling berbagi pengalaman, belajar, dan tumbuh bersama.

 

 

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa kisah Ibu Wulan mencerminkan besarnya potensi perempuan Indonesia dalam membangun ekonomi keluarga. Dengan dukungan yang tepat, para ibu mampu menjadi pilar utama kesejahteraan rumah tangga.

 

 

PNM pun terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya membantu pengembangan usaha ultra mikro, tetapi juga membuka jalan bagi para nasabah untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera.

 

 

Kisah Ibu Wulan adalah gambaran nyata bahwa dari keterbatasan dapat lahir kekuatan besar. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, setiap langkah kecil dapat membawa perubahan besar bagi masa depan keluarga.(frcn)