Hadipras

Lebaran 2026 dan Euforia yang Kian Meredup

tokoh | 23 Maret 2026 08:29

Lebaran 2026 dan Euforia yang Kian Meredup
Hadipras, Pengamat Sosial dan Politik

JAKARTA, BeritaGov.id – Hadipras menyoroti fenomena menurunnya euforia Lebaran 2026 yang dinilai tidak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini disebut berkaitan dengan tekanan ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

 

Lebaran yang selama ini menjadi momen pendorong perputaran ekonomi dinilai mulai kehilangan gaungnya. Jumlah pemudik diperkirakan menurun menjadi 143,9 juta orang, sementara omzet pedagang di sejumlah pusat perbelanjaan dilaporkan turun hingga 50 persen.

 

Perubahan ini mencerminkan sikap masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran di tengah ketidakpastian ekonomi.

 

 

Ia juga menyoroti penurunan Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di angka 125,2 pada Februari 2026. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya optimisme masyarakat terhadap perekonomian.

 

Selain itu, berkurangnya jumlah kelas menengah turut berdampak pada penurunan daya beli. Aktivitas di pusat grosir tetap ramai, namun tidak diiringi dengan peningkatan transaksi pembelian.

 

Masyarakat dinilai mulai mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan konsumsi musiman, termasuk pada momen Lebaran.

 

 

Lebih lanjut, Hadipras menilai berbagai stimulus pemerintah belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan mendasar. Kebijakan yang ada dinilai masih bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar masalah ekonomi.

 

Ia menekankan perlunya kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat. Lebaran 2026 pun dinilai menjadi refleksi atas tantangan ekonomi yang tengah dihadapi saat ini.