Memahami politik Indonesia hari ini bukan lagi soal mencari siapa "dalang" atau siapa "boneka", melainkan memahami bagaimana sistem kartel ini bekerja saling mengunci kepentingan. Nasib kita menuju 2045 bergantung pada apakah sistem ini bisa dikoreksi dari dalam, atau kita hanya sedang membangun rumah mewah di atas pasir hisap.
Pada akhirnya, Indonesia 2045 berisiko menjadi panggung megah dimana kemajuan fisik menjulang tinggi, namun hanya berfungsi sebagai menara pengawas bagi ketimpangan yang tetap terjaga di bawahnya—sebuah ruang di mana keaslian dokumen kelulusan tak lagi sekrusial nilai kesetiaan pada jejaring kekuasaan."
Sayangnya sebagian masyarakat makin terjebak dalam ‘mode survival’, asal bisa bertahan hidup dan jauh dari kriminalisasi sudah cukup, walau harus pragmatis, abu-abu dan tanpa visi. Dan sistem kartel politik pun makin kokoh, dibungkus kartel sosial yang menjadi garda depan menghadapi demokrasi substansial. (penulis adalah pengamat sosial dan politik)