Djamaludin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani

Tiga Tokoh NU yang Menghidupkan Film Indonesia Sejak Awal

tokoh | 29 Maret 2026 06:51

 

Lahir di Padang pada 1917, Djamaludin Malik dikenal sebagai pelopor industri film Indonesia. Ia bukan hanya produser, tetapi juga organisator ulung yang mampu menghidupkan industri film dari kondisi nyaris tidak ada.

 

Melalui perusahaan Persari, ia mengumpulkan para pelaku seni dari berbagai daerah dan memproduksi puluhan film. Karya-karyanya seperti Bunga BangsaRindu, hingga Tauhid menjadi bagian penting dalam perkembangan film nasional.

 

Di masa jayanya, Persari bahkan disebut sebagai salah satu perusahaan film terbesar di Asia Tenggara. Perannya tak hanya di dunia seni, tetapi juga dalam organisasi NU, di mana ia aktif hingga tingkat pusat.