Djamaludin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani

Tiga Tokoh NU yang Menghidupkan Film Indonesia Sejak Awal

tokoh | 29 Maret 2026 06:51

Tiga Tokoh NU yang Menghidupkan Film Indonesia Sejak Awal
Tiga tokoh NU dari kiri ke kanan, Djamaludin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Peringatan Hari Film Nasional setiap 30 Maret bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik sejarahnya, ada peran besar tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang ikut membangun fondasi perfilman Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.

 

Momentum ini merujuk pada produksi film Darah dan Doa pada 1950 yang disutradarai Usmar Ismail. Film tersebut dinilai sebagai karya pertama film nasional Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting lahirnya industri film Tanah Air. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (29/3/2026).

 

Penetapan 30 Maret sebagai Hari Film Nasional sendiri dilakukan melalui Keppres No. 25 Tahun 1999 pada era Presiden B. J. Habibie.

 

Namun di balik itu, ada tiga tokoh NU yang berperan besar dalam membangun ekosistem perfilman nasional: Djamaludin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani.