Nama Usmar Ismail tak bisa dilepaskan dari sejarah film Indonesia. Lewat Darah dan Doa, ia menandai lahirnya film nasional yang dibuat oleh orang Indonesia dengan identitas dan perspektif sendiri.
Ia juga mendirikan Perfini, perusahaan film nasional yang menjadi pusat lahirnya karya-karya penting. Film seperti Lewat Djam Malam, Tiga Dara, dan Asrama Dara menjadi tonggak kualitas perfilman Indonesia di era awal.
Tak hanya sineas, Usmar juga seorang wartawan dan pernah menjabat Ketua Umum PWI. Ia juga aktif di NU dan menjadi bagian dari pendirian Lesbumi, wadah seniman muslim Indonesia.
Atas jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2021.