Dalam berbagai catatan sejarah, Muhammad Ali Taher disebut mencairkan seluruh tabungannya di bank dan menyerahkannya kepada perwakilan Indonesia tanpa meminta imbalan atau tanda terima.
Langkah itu dilakukan pada masa krusial, ketika Indonesia tengah berjuang mendapatkan pengakuan dunia internasional pasca proklamasi kemerdekaan 1945.
Bantuan tersebut dinilai sangat penting karena saat itu kondisi keuangan negara masih terbatas, sementara kebutuhan diplomasi ke luar negeri sangat mendesak.