Pihak keluarga menyampaikan, jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan ke Gresik pada Kamis, (16/4/2026) untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Semasa hidup, KH Chisni dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian sejarah Nahdlatul Ulama. Ia aktif menjaga dan merawat berbagai manuskrip penting, mulai dari surat, tulisan tangan, hingga kumpulan pidato KH Hasyim Asy’ari.
Dedikasinya itu menjadikan KH Chisni sebagai salah satu sosok penting dalam menjaga jejak perjuangan NU, khususnya di Gresik.
Dari sisi nasab, ia berasal dari keluarga yang memiliki peran besar dalam sejarah NU. Ia merupakan putra dari KH M Umar Burhan, yang dikenal sebagai sekretaris pribadi KH Hasyim Asy’ari. Kakeknya, H Burhan, tercatat sebagai bendahara pertama NU, sementara buyutnya, KH M Zubair, merupakan Mustasyar pertama NU.