Pada akhirnya, kemajuan teknologi hanyalah hiasan jika mentalitas politik kita masih terjebak di dalam gentong. Demokrasi yang sehat menuntut rakyat yang sadar bahwa aspal yang mulus dua bulan sebelum pemilu bukanlah hadiah, melainkan hak yang selama ini disandera. Selama kita masih bisa "disogok halus" dengan proyek titipan dan bansos pencitraan, maka angka 5.0 di belakang kata demokrasi hanyalah sekadar versi pembaruan perangkat lunak, sementara perangkat keras manusianya masih menjalankan program koruptif yang sama sejak abad ke-19.
Politik Gentong Babi adalah seni menggunakan uang rakyat untuk membuat rakyat merasa berutang budi kepada politisi. Jadi, sebelum berterima kasih pada "Bapak/Ibu Aspirasi", cek dulu dompet pajak kita—jangan-jangan kita sedang merayakan jembatan baru yang dibangun dari potongan masa depan kita sendiri.
*Hadi Prasetyo (Hadipras) adalah tokoh pengamat Sosial, Politik, dan Pemerintahan Jawa Timur, aktif menulis di PustakaJC.co dan BeritaGov.id