Pengasuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menjelaskan, sikap rendah hati seorang pemimpin merupakan perintah langsung Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara ayat 215:
“Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang Mukmin.”
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan nyata bagaimana seorang pemimpin menghormati dan memuliakan rakyatnya. Bahkan saat bersama para sahabat, Rasulullah justru mempersilakan para sahabat berjalan di depan.
“Kanjeng Nabi yang dengan pengikutnya sangat rendah hati. Kalau keluar dengan sahabat, sahabat yang disuruh di depan. Kalau sekarang kan gak mau didahului,” katanya.