Bagi Nasirun, seni tidak hanya menjadi media untuk mengekspresikan gagasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kepemimpinan bangsa. Ia menilai Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mampu menghadirkan visi kebangsaan melalui seni dengan melibatkan para seniman berbakat.
“Soekarno memiliki sandaran nasionalisme yang menyentuh ranah seni karena mempunyai gagasan yang brilian. Lalu cara menerjemahkannya menggunakan orang-orang berbakat, yakni para seniman,”kata Nasirun.
Semasa hidupnya, Nasirun dikenal aktif berpameran di berbagai daerah maupun mancanegara. Gaya visualnya yang khas memadukan unsur budaya Nusantara, simbol-simbol spiritual, serta kritik terhadap dinamika sosial menjadikannya salah satu perupa yang memiliki karakter kuat dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia.
Jenazah Nasirun disemayamkan di Rumah Sakit Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta sebelum dimakamkan pada Sabtu siang di Pemakaman Seniman Bantul, Yogyakarta. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia, sementara karya-karyanya akan terus dikenang sebagai warisan penting dalam perjalanan seni dan budaya nasional. (ivan)