SURABAYA, PustakaJC.co - Kisah Raja’ bin Haiwah menunjukkan bagaimana seorang ulama dapat menjalankan amanah pemerintahan dengan menjunjung tinggi kejujuran, kepentingan masyarakat, dan integritas. Ulama dari kalangan tabi’in tersebut dikenal sebagai penasihat dan pejabat pada masa pemerintahan Bani Umayyah.
Raja’ bin Haiwah bin Jarwal al-Kindi al-Falistini merupakan ulama terkemuka di kalangan penduduk Syam pada masanya. Ia dikenal dekat dengan Umar bin Abdul Aziz, baik ketika Umar menjadi gubernur maupun setelah menjadi khalifah. Raja’ juga pernah dipercaya sebagai sekretaris oleh Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Dilansir dari kemenag.go.id, Sabtu, (15/8/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, Raja’ dikenal tidak menggunakan kedudukannya untuk kepentingan pribadi. Ia justru memberikan nasihat kepada penguasa dengan mengutamakan kemaslahatan masyarakat dan kepentingan agama.
Salah satu kisah yang menggambarkan integritas Raja’ terjadi ketika ia berselisih dengan seorang ahli fikih bernama Abdullah bin Mauhab. Meski memiliki persoalan pribadi, Raja’ tetap merekomendasikan Abdullah untuk menduduki jabatan hakim karena menilai masyarakat membutuhkan sosok yang tepat untuk menjalankan tugas tersebut.