SURABAYA, PustakaJC.co – Kiai Aqil Siroj (1920–1990) dikenal sebagai ulama asal Cirebon sekaligus pendiri Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ien yang kini bernama KHAS Kempek pada 1960. Selain mewariskan pesantren dengan ribuan santri, ayah dari Ketua Umum PBNU periode 2010–2021, KH Said Aqil Siroj, itu juga meninggalkan sejumlah karya keilmuan, salah satunya manuskrip Syarah Alfiyah Ibnu Malik.
Dalam artikel yang dimuat NU Online, pegiat filologi sekaligus dosen Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta, Muhamad Abror, menjelaskan bahwa manuskrip tersebut menjadi salah satu bukti penting tradisi intelektual pesantren dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (19/7/2026).
Meski bukan ditulis langsung oleh Kiai Aqil, manuskrip itu merupakan hasil transkripsi salah seorang muridnya, Abdul Mukti, asal Prapag Kidul, Losari, Brebes. Selama mengikuti pengajian Alfiyah, Abdul Mukti mencatat secara rinci penjelasan gurunya hingga menjadi sebuah naskah yang merekam proses pembelajaran secara utuh.
Dalam kolofon manuskrip disebutkan, pengajian Alfiyah dimulai pada Kamis, 26 Dzulhijjah 1399 H atau 15 November 1979 dan berakhir pada Kamis, 15 Sya’ban 1401 H atau 18 Juni 1981. Tanggal tersebut sekaligus menjadi penanda selesainya penulisan manuskrip yang kini berusia sekitar 45 tahun.