Tokoh Islam dan Pemikiran Al-Qur’an

Mengenal Nasr Hamid Abu Zayd dan Gagasannya tentang Al-Qur’an

tokoh | 16 Agustus 2026 17:15

Mengenal Nasr Hamid Abu Zayd dan Gagasannya tentang Al-Qur’an
Nasr Hamid Abu Zayd, pemikir Muslim asal Mesir yang dikenal melalui gagasan hermeneutika dan pendekatan historis dalam studi Al-Qur’an. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co — Nasr Hamid Abu Zayd dikenal sebagai salah satu pemikir Muslim modern yang menawarkan pendekatan berbeda dalam memahami Al-Qur’an. Pemikir asal Mesir tersebut menempatkan bahasa, konteks sosial, budaya, dan sejarah sebagai bagian penting dalam proses memahami teks Al-Qur’an.

 

Gagasannya banyak mendapat perhatian dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Di sisi lain, pemikirannya juga memunculkan perdebatan di kalangan akademisi dan ulama karena dinilai berbeda dari sebagian pendekatan keislaman yang telah berkembang dalam tradisi klasik. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (16/8/2026).

 

Perjalanan Akademik Nasr Hamid Abu Zayd

 

Nasr Hamid Abu Zayd lahir dan tumbuh di Mesir. Ketertarikannya terhadap bahasa dan sastra Arab berkembang sejak usia muda. Setelah sempat menempuh pendidikan teknik atas keinginan keluarganya, ia kemudian melanjutkan studi Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Kairo.

 

Pendidikan tersebut terus ditekuni hingga ia meraih gelar doktor pada 1981. Ia kemudian mengembangkan karier akademiknya di Universitas Kairo dan sempat menjadi dosen tamu di Universitas Osaka, Jepang.

 

Dalam perjalanan akademiknya, Abu Zayd menghasilkan sejumlah karya yang membahas pemikiran Islam, bahasa Arab, kritik wacana keagamaan, serta studi Al-Qur’an.

 

Salah satu karya yang banyak dibahas adalah Mafhumun Nass: Dirasah fi Ulumil Qur’an atau Konsep Teks: Studi tentang Ilmu-ilmu Al-Qur’an. Melalui karya tersebut, Abu Zayd berusaha melihat kembali hubungan antara wahyu, bahasa, teks, dan konteks sejarah.