Tokoh Islam dan Pemikiran Al-Qur’an

Mengenal Nasr Hamid Abu Zayd dan Gagasannya tentang Al-Qur’an

tokoh | 16 Agustus 2026 17:15

 

Memahami Historisitas Al-Qur’an

 

Pemikiran tersebut kemudian berkaitan dengan konsep historisitas Al-Qur’an. Historisitas yang dimaksud tidak semata-mata berarti menolak dimensi ilahi Al-Qur’an, tetapi menyoroti kenyataan bahwa wahyu diterima dan disampaikan manusia melalui bahasa serta berada dalam ruang dan waktu tertentu.

 

Konteks sejarah menjadi penting karena bahasa Al-Qur’an tidak hadir dalam ruang kosong. Ia berinteraksi dengan masyarakat, kebudayaan, dan persoalan yang berkembang pada masa Nabi Muhammad.

 

Dalam kerangka ini, pemahaman terhadap Al-Qur’an dapat dilakukan dengan melihat hubungan antara teks dan realitas ketika wahyu diturunkan.

 

Namun, pemaknaan tidak harus berhenti pada kondisi masyarakat Arab abad ke-7. Setelah konteks awal dipahami, pesan dan signifikansi teks dapat terus dikaji ketika berhadapan dengan persoalan masyarakat pada masa yang berbeda.