Tokoh Islam dan Pemikiran Al-Qur’an

Mengenal Nasr Hamid Abu Zayd dan Gagasannya tentang Al-Qur’an

tokoh | 16 Agustus 2026 17:15

 

Pemikiran yang Mengundang Perdebatan

 

Pemikiran Abu Zayd kemudian berkembang menjadi salah satu bagian dari perdebatan mengenai metode memahami Al-Qur’an pada era modern.

 

Pendekatannya yang menekankan bahasa, sejarah, budaya, dan konteks sosial membuat gagasannya mendapat perhatian di lingkungan akademik. Pada saat yang sama, sejumlah pandangannya juga menimbulkan kontroversi di Mesir hingga berujung pada persoalan hukum dan tekanan terhadap kehidupan pribadinya.

 

Ia kemudian meninggalkan Mesir bersama istrinya dan menetap di Belanda. Di negara tersebut, Abu Zayd melanjutkan aktivitas akademiknya, termasuk mengajar di Universitas Leiden.

 

Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, karya Abu Zayd tetap menjadi bahan kajian dalam studi Al-Qur’an kontemporer, termasuk di Indonesia.

 

Pemikirannya menunjukkan bahwa studi Al-Qur’an modern tidak hanya membicarakan teks dari sisi kebahasaan, tetapi juga mempertimbangkan hubungan antara wahyu, bahasa, manusia, sejarah, dan perubahan masyarakat. (ivan)