Bahasa Arab Menjadi Bagian Penting
Dalam pemikiran Abu Zayd, ketika wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui Jibril, pesan tersebut kemudian hadir dalam medium bahasa yang dapat dipahami manusia.
Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab yang hidup dalam masyarakat tempat Nabi Muhammad menyampaikan risalah. Karena itu, bahasa tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial dan kebudayaan masyarakat Arab pada masa pewahyuan.
Pandangan tersebut membuat Abu Zayd memberikan perhatian besar terhadap aspek linguistik dan konteks sosial dalam membaca Al-Qur’an.
Menurut pendekatan ini, memahami teks tidak cukup hanya dengan melihat susunan kata secara terpisah. Konteks ketika teks hadir juga perlu diperhatikan agar pesan dan signifikansinya dapat dipahami secara lebih utuh.