Wahyu sebagai Proses Komunikasi
Salah satu dasar pemikiran Abu Zayd adalah pemahamannya terhadap konsep wahyu. Menurutnya, wahyu dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi atau penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain.
Dalam kerangka pewahyuan, Allah diposisikan sebagai pengirim pesan, sedangkan Nabi Muhammad sebagai penerima. Proses komunikasi tersebut membutuhkan medium atau sistem tanda agar pesan dapat diterima dan dipahami.
Abu Zayd juga melihat penggunaan istilah wahyu dalam Al-Qur’an yang tidak selalu berkaitan dengan penyampaian wahyu kepada nabi. Salah satunya terdapat dalam kisah Nabi Zakaria ketika memberikan isyarat kepada kaumnya agar bertasbih.
Dari penggunaan tersebut, ia menekankan bahwa wahyu memiliki dimensi komunikatif. Bentuk komunikasi tidak selalu berupa bahasa lisan, tetapi dapat berlangsung melalui tanda, isyarat, tulisan, maupun bentuk komunikasi lainnya.