Profil Tokoh & Inspirasi Dakwah

Jejak Langkah KH Asyhari Abta: Setia pada Santri dan Nahdlatul Ulama Hingga Akhir Hayat

tokoh | 30 September 2026 18:51

Jejak Langkah KH Asyhari Abta: Setia pada Santri dan Nahdlatul Ulama Hingga Akhir Hayat
Kiai Asyhari Abta. (dok nuonline)

YOGYAKARTA, PustakaJC.co - Keteladanan, keteguhan hati, dan pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh ulama kharismatik asal Yogyakarta, KH Asyhari Abdullah Tamrin (KH Asyhari Abta). Meski harus menjalani prosedur medis cuci darah selama hampir satu dekade sejak tahun 2016, mantan Rais Syuriah PWNU DIY ini tetap aktif mengajar, memimpin pesantren, dan berdakwah hingga hembusan napas terakhirnya.

 

Kiai Asyhari tutup usia pada umur 74 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis, (24/9/2026) pukul 04.01 WIB. Dilansir dari nu.or.id, Rabu, (30/9/2026).

 

Kiprah Dakwah Sejak Muda

 

Jejak dakwah Kiai Asyhari telah membekas kuat sejak usia muda. Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, KH Hilmy Muhammad (Gus Hilmy), mengenang bahwa ketika para santri fokus bermusyawarah di malam hari, Kiai Asyhari sudah aktif merambah desa-desa untuk mengisi pengajian umum.

Kiprah dakwahnya meliputi berbagai peran strategis:

 

  • Penggerak Majelis Masyarakat: Menginisiasi dan mengampu majelis saat memimpin Korps Dakwah Mahasiswa (Kodama) Kabupaten Bantul.
  • Penceramah Populer: Memiliki jadwal pengajian rutin di Muntilan (Magelang), mendampingi KH Atabik Ali dalam Pengajian Jumat Legi di Krapyak, serta menjadi badal (pengganti) almarhum KH Mufid Mas’ud.
  • Gaya Ceramah Legendaris: Dikenal menyampaikan materi berbobot akhlak dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan gaya bahasa yang ringan, renyah, dan mudah dipahami masyarakat awam. Kiai Asyhari kerap mengutip ajaran gurunya yang juga Rais ‘Aam PBNU (1981–1984), KH Ali Maksum.