Ulama Pejuang dan Penjaga Keutuhan Bangsa

Kiai As’ad Syamsul Arifin, Ulama Pejuang yang Menjaga Keindonesiaan

tokoh | 12 Agustus 2026 19:00

 

Sikap tersebut kemudian ditegaskan dalam Muktamar NU ke-27 pada 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Dalam pandangan Kiai As’ad, NU berasaskan Pancasila, sementara akidahnya tetap Islam Ahlussunah wal Jamaah.

 

Pemikiran tersebut turut memperkuat posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang menjaga kehidupan kebangsaan Indonesia. Sikap cinta tanah air dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi bagian penting dari warisan pemikiran Kiai As’ad.

 

Semangat kebangsaan Kiai As’ad sebenarnya telah terlihat jauh sebelum perdebatan mengenai Pancasila. Pada masa perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang, ia turut memimpin perlawanan bersama laskar yang dibentuknya.