Selain dikenal sebagai pejuang dan tokoh NU, Kiai As’ad meninggalkan warisan besar melalui Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo di Situbondo. Pesantren tersebut berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang dihuni santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Pesantren yang kini diteruskan oleh generasi keluarganya itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi Islam moderat dan kehidupan masyarakat yang damai.
Kiprah Kiai As’ad dalam perjuangan bangsa, perjalanan NU, serta pendidikan pesantren membuat namanya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Atas jasa dan perjuangannya, pemerintah menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada 2016.
Warisan Kiai As’ad tidak hanya berupa lembaga pendidikan, tetapi juga keteladanan mengenai bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan kecintaan terhadap Indonesia. (ivan)