Profil Tokoh Kepemimpinan Organisasi NU

Pimpin PBNU Periode Kedua, Ini Rekam Jejak dan Kiprah KH Miftachul Akhyar

tokoh | 02 Oktober 2026 19:45

Pimpin PBNU Periode Kedua, Ini Rekam Jejak dan Kiprah KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031. Penetapan tersebut diputuskan dalam Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

 

Keterpilihan ini memperpanjang rekam jejak kepemimpinan ulama asal Surabaya tersebut di jajaran tertinggi PBNU. Sebelumnya, Kiai Miftach menjabat sebagai Wakil Rais 'Aam PBNU sebelum akhirnya melanjutkan kepemimpinan KH Ma'ruf Amin yang mengundurkan diri pada 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah ini kemudian terpilih secara definitif sebagai Rais 'Aam PBNU periode 2021–2026 pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (2/10/2026).

 

Rekam Jejak Pendidikan dan Pesantren

Lahir pada tahun 1953, Kiai Miftach merupakan putra kedelapan dari 13 bersaudara pasangan KH Abdul Ghoni dan Nyai Hj Siti Ashfiyah. Ia tumbuh dalam tradisi keagamaan yang kuat di lingkungan Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya.

 

 

Pengembaraan keilmuannya melintasi sejumlah pesantren ternama di Tanah Air, antara lain:

  • Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur
  • Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur
  • Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur (1967–1969)
  • Pondok Pesantren Lasem, Rembang, Jawa Tengah (1971–1974)
  • Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Malang, Jawa Timur (1977–1978)
  • Pesantren Mranggen, Demak, Jawa Tengah (Program Ramadhan di bawah bimbingan KH Muslih)

 

Bekal pendidikan tersebut mendorongnya mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang berlokasi di Kedung Tarukan No. 100, Surabaya. Langkah ini bermula dari ikhtiarnya memberikan sentuhan nilai religius bagi masyarakat sekitar saat pertama kali mendiami rumah peninggalan kakeknya. Hingga kini, ia juga konsisten mengasuh pengajian mingguan kitab Al-Hikam karya Ibnu 'Athaillah As-Sakandari setiap selesai shalat Jumat.

 

 

Kiprah Pengabdian di Nahdlatul Ulama

 

Kiprah keorganisasian Kiai Miftach di NU dimulai dari tingkat basis pasca-menimba ilmu di Lasem, yakni melalui Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambaksari. Karir organisasinya terus berlanjut secara bertahap:

 

  • 1978: Dipercaya sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU Surabaya.
  • Masa Khidmah Berlanjut: Menjabat Rais Syuriyah PCNU Surabaya sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur mendampingi KH Imron Hamzah.
  • Periode Berikutnya: Kembali mengemban amanah Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur mendampingi KH Achmad Masduqi Mahfudz, hingga akhirnya terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur.

 

Atas dedikasi dan kontribusinya yang luas dalam bidang keagamaan dan kebangsaan, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada KH Miftachul Akhyar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (25/8/2025). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kepemimpinannya di PBNU serta jasanya menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa. (ivan)