JAKARTA, PustakaJC.co - Sosok Prof H Ainun Na'im resmi masuk dalam jajaran kepengurusan inti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 sebagai Bendahara Umum. Penunjukan akademisi senior ini diumumkan langsung oleh Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (30/9/2026).
Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, pada 4 Desember 1960 ini dikenal luas sebagai pakar di bidang akuntansi manajemen, audit, dan akuntabilitas publik. Kehadirannya di jajaran Bendahara Umum PBNU membawa angin segar bagi penguatan transparansi dan tata kelola keuangan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (4/10/2026).
Pendidikan dan Karir Akademik
Ainun Na'im mengawali perjalanan akademiknya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga meraih gelar sarjana akuntansi pada 1984. Pendidikan tingkat lanjut ia tempuh di Amerika Serikat, yakni meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Western Michigan University (1991) dan gelar Doktor (PhD) dari Temple University (1996).
Dedikasinya di dunia pendidikan mengantarkannya dikukuhkan sebagai Guru Besar FEB UGM pada tahun 2010. Dalam pidato pengukuhannya, Ainun menyoroti pentingnya kejelasan sistem dan standar untuk meminimalkan risiko serta bias dalam pengambilan keputusan—sebuah prinsip yang konsisten ia terapkan sepanjang kariernya.
Pengalaman Korporasi dan Birokrasi
Rekam jejak kepemimpinan Prof Ainun teruji lintas sektor, mulai dari dunia akademik, korporasi, hingga birokrasi pemerintahan:
- Sektor Akademik: Dekan FEB UGM (2004–2007) dan Wakil Rektor Senior UGM Bidang Administrasi, Keuangan, dan SDM (2007–2011).
- Sektor Korporasi: Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) (2000–2003) dan Komisaris Utama Independen Bank BPD DIY (2023–2027).
- Sektor Pemerintahan: Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti (2014–2019), Sekretaris Jenderal Kemendikbud (2019–2021), serta Dewan Pengawas LPDP (2014–2018).
Pengabdian di NU
Sebelum dipercaya mengelola Bendahara Umum PBNU, Prof Ainun menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU periode 2022–2027. Selama memimpin LPTNU, ia fokus pada transformasi kampus-kampus NU, peningkatan akreditasi, digitalisasi sistem informasi, serta pembukaan akses beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Kini, dengan rekam jejak panjang di bidang akuntansi, regulasi publik, dan manajemen keuangan, Prof Ainun Na'im siap mengabdikan keahlian profesionalnya untuk menjaga tata kelola dan akuntabilitas keuangan PBNU untuk lima tahun mendatang. (ivan)