SURABAYA, PustakaJC.co - Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa Indonesia kembali berduka. Salah satu tokoh senior, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid binti KH Abdul Wahab Hasbullah, mengembuskan napas terakhir pada Ahad, (4/10/2026) malam.
Putri dari Pendiri NU dan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut wafat dengan meninggalkan rekam jejak pengabdian panjang di dunia pesantren, pergerakan perempuan, hingga panggung politik nasional. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (5/10/2026).
Lahir pada 12 Maret 1944, almarhumah dikenal luas sebagai figur yang menyatukan tiga peran sentral sepanjang hidupnya: pengasuh umat (Bu Nyai), politisi beretika, dan pribadi yang tekun menjalankan ibadah spiritual (ahli riyadhah).
Dalam ranah politik kebangsaan, almarhumah mencatatkan sejarah kiprah perempuan Nahdliyin dengan menjabat sebagai Anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 1987–1992, 1997–1999, dan 2004–2009. Meski berada di tengah ruang publik dan dinamika politik, beliau dinilai konsisten membawa prinsip kesantunan, ketegasan, serta etika keagamaan.