Dikisahkan Mbah Wastu ini adalah seorang pengikut setia Pangeran Diponegoro yang berasal dari Jawa Tengah. Tetapi harus hijrah ke Gunung Panderman untuk menghindari pengejaran dari pasukan Kolonial Belanda.
Setelah Perang Jawa berakhir pada 1830 seiring ditangkapnya Pangeran Diponegoro dengan cara licik oleh Belanda, dirinya tetap bertahan di kaki Gunung Panderman. Mbah Wastu lalu membuka hutan untuk memulai hidup baru.
Dirinya kemudian tinggal bersama masyarakat untuk berbagi rasa, pengetahuan, dan ajaran yang diperolehnya sebagai pengikut Pangeran Diponegoro. Setelah itu mulai banyak penduduk sekitar yang berdatangan dan memulai berguru, menuntut ilmu serta belajar agama kepada Mbah Wastu.