Misteri dan Sejarah Sungai Cisadane

wisata | 22 Januari 2025 07:38

Misteri dan Sejarah Sungai Cisadane
Misteri dan Sejarah Sungai Cisadane (dok megapolitan)

SURABAYA, PustakaJC.co - Sungai Cisadane, atau yang sering disebut Ci Sadane, merupakan salah satu sungai besar yang mengalir sejauh 1.047 km dengan kedalaman rata-rata 12,5 meter, yang bermuara di Tanjung Burung.

 

Sungai ini terletak di Tatar Pasundan, Pulau Jawa, dan namanya berasal dari bahasa Sunda yang berarti "air dengan riak yang bergemuruh." Aliran Sungai Cisadane berawal dari sisi barat laut Gunung Pangrango dan melintasi beberapa daerah seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Gunung Kendeng, dan Gunung Salak.

 

Sejarah panjang Sungai Cisadane dimulai sejak masa Kerajaan Pajajaran, ketika sungai ini dikenal dengan nama Sadane, yang berasal dari bahasa Sansekerta dan berarti "istana kerajaan." Aliran sungai yang jernih ini dianggap suci oleh masyarakat pada zaman itu, dan sering digunakan sebagai tempat pembersihan diri sebelum menuju kebijaksanaan, seperti yang dilansir dari laman good news from Indonesia.

 

Di masa Batavia, Sungai Cisadane memiliki peran penting dalam jalur transportasi logistik. Sungai ini digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan bambu, yang diangkut menggunakan getek, yaitu kendaraan air tradisional yang terbuat dari bilah bambu yang diikat bersama. Getek ini digunakan untuk pengangkutan barang dan bahan bangunan setiap harinya.

 

Saat ini, Sungai Cisadane telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer, terutama di kawasan yang dikelilingi oleh kuliner lokal. Selain itu, sungai ini juga terkenal dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di sekitarnya, seperti kisah tentang buaya putih dan makhluk berukuran kecil yang dipercaya sebagai kurcaci.

 

Konon, kemunculan buaya putih ini berawal dari banjir besar pada tahun 1932 atau 1962, dan ada juga cerita mengenai kura-kura besar dengan tulisan Mandarin di cangkangnya. Beberapa penduduk bahkan mengisahkan sosok manusia kecil yang muncul di kawasan pintu air, yang mereka percaya memiliki hubungan dengan tanda kiriman air. (nov)