Pahit Manis Sejarah Jalan Anyer-Panarukan di Indonesia

wisata | 27 April 2025 14:17

Pahit Manis Sejarah Jalan Anyer-Panarukan di Indonesia
Pahit Manis Sejarah Jalan Anyer-Panarukan di Indonesia (dok cnnindonesia)

SURABAYA, PustakaJC - Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Anyer-Panarukan merupakan salah satu proyek infrastruktur besar yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Jalan ini memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam bidang militer, komunikasi, dan ekonomi.

 

Pembangunan Jalan Raya Pos berlangsung pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, sekitar tahun 1808 hingga 1811. Daendels memerintahkan pembangunan jalan ini untuk memperkuat pertahanan Pulau Jawa dari ancaman serangan Inggris serta mempercepat mobilisasi pasukan dan distribusi informasi melalui dinas pos.

 

Jalan ini membentang sepanjang kurang lebih 1.100 kilometer, dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Jalurnya melewati sejumlah kota penting seperti Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan berakhir di Panarukan. Di beberapa kota besar seperti Bandung, jalan ini kini dikenal dengan nama Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Asia Afrika, hingga Jalan Ahmad Yani.

 

Dalam proses pembangunannya, sistem kerja paksa diterapkan tanpa memberikan upah kepada para pekerja pribumi. Kondisi kerja yang berat, kekurangan makanan, serta wabah penyakit menyebabkan banyak korban jiwa selama proyek berlangsung.

 

Jalan Raya Pos memiliki karakteristik lebar sekitar 7,5 meter dan dilengkapi dengan tonggak batu penanda setiap 150 meter. Selain dikenal sebagai Jalan Raya Pos, jalan ini juga disebut De Groote Postweg atau Jalan Daendels.

 

Meski dibangun dengan penderitaan rakyat, Jalan Raya Pos menjadi salah satu tonggak sejarah penting yang menunjukkan perkembangan infrastruktur di Indonesia pada masa kolonial. (nov)