Freddy mengapresiasi acara ini karena menampilkan potensi lokal. “Banyak seniman hebat dari Bojonegoro, termasuk pimpinan Pesantren Kendal. Tahun depan kami gelar lagi dengan format lebih besar,” ungkap Freddy. Ia juga menyinggung rencana kolaborasi dengan Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk melibatkan mahasiswa dalam pelestarian seni daerah.
Sementara itu, Mahmudi menekankan bahwa acara ini sekaligus momentum mengenalkan Bojonegoro ke daerah lain.
“Ada unsur Bhakti Bela Negara dari kabupaten/kota se-Jawa Timur yang hadir. Ini kesempatan mengenalkan budaya Bojonegoro ke lebih luas,” jelasnya.