Sekjen UN Tourism Zurab Pololikashvili menegaskan, pariwisata terbukti menjadi katalis pembangunan inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat desa.
“Pariwisata mampu menjadi alat untuk mendorong kemakmuran bersama. Desa Wisata Terbaik 2025 membuktikan bagaimana komunitas lokal melestarikan warisan budaya sambil menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Desa Kemiren di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dikenal sebagai pusat budaya Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang masih mempertahankan bahasa, adat, dan arsitektur tradisionalnya. Desa ini juga menjadi rumah bagi tradisi seperti Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, hingga mocoan Lontar Yusuf, yang terus dijaga kelestariannya.