“Kemiren membuktikan bahwa akar budaya bisa menjadi fondasi kemajuan. Kami akan terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berbasis kearifan lokal,” tambah Bupati Banyuwangi itu.
Dalam ajang tersebut, Banyuwangi diwakili Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, serta perwakilan Desa Kemiren, Muhamad Nanda Al Hakim Akbar.
Prestasi ini menambah daftar panjang penghargaan global Banyuwangi, setelah sebelumnya pada 2016 meraih UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola. (ivan)