Desa Kemiren Banyuwangi Masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia

wisata | 20 Oktober 2025 05:43

Desa Kemiren Banyuwangi Masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia
Sertifikat penghargaan dari UN Tourism - PBB untuk Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi, masuk menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia. (dok jatimpos)

BANYUWANGI, PustakaJC.co – Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi internasional. Desa Wisata Adat Osing Kemiren resmi masuk dalam Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia (The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025) yang digelar oleh United Nations Tourism (UN Tourism) atau Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Penetapan ini diumumkan dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting di Huzhou, China, Jumat, (17/10/2025). Tahun ini, lebih dari 270 desa wisata dari 65 negara ikut bersaing, dan hanya 72 desa yang terpilih melalui penilaian ketat oleh dewan ahli independen. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (20/10/2025).

 

Kriteria penilaian meliputi pelestarian alam dan budaya, keberlanjutan ekonomi-sosial-lingkungan, pengembangan pariwisata berbasis lokal, hingga keamanan wisatawan. Dari hasil seleksi, Desa Kemiren menjadi salah satu dari 20 desa dalam kategori Upgrade Programme yang bergabung ke jaringan global UN Tourism.

 

 

Sekjen UN Tourism Zurab Pololikashvili menegaskan, pariwisata terbukti menjadi katalis pembangunan inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat desa.

 

“Pariwisata mampu menjadi alat untuk mendorong kemakmuran bersama. Desa Wisata Terbaik 2025 membuktikan bagaimana komunitas lokal melestarikan warisan budaya sambil menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.

 

Desa Kemiren di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dikenal sebagai pusat budaya Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang masih mempertahankan bahasa, adat, dan arsitektur tradisionalnya. Desa ini juga menjadi rumah bagi tradisi seperti Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, hingga mocoan Lontar Yusuf, yang terus dijaga kelestariannya.

 

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kebanggaannya atas pengakuan dunia tersebut.

 

“Prestasi ini buah dari gotong royong masyarakat Banyuwangi, khususnya warga Kemiren, dalam menjaga budaya dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” kata Ipuk.

 

Menurut Ipuk, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kekuatan budaya lokal mampu membawa desa ke panggung dunia tanpa kehilangan jati diri.

 

 

 

“Kemiren membuktikan bahwa akar budaya bisa menjadi fondasi kemajuan. Kami akan terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berbasis kearifan lokal,” tambah Bupati Banyuwangi itu.

 

Dalam ajang tersebut, Banyuwangi diwakili Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, serta perwakilan Desa Kemiren, Muhamad Nanda Al Hakim Akbar.

 

Prestasi ini menambah daftar panjang penghargaan global Banyuwangi, setelah sebelumnya pada 2016 meraih UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola. (ivan)