SURABAYA, PustakaJC.co - Bencana tidak mengenal tempat. Kawasan wisata yang selama ini dipersepsikan aman dan indah justru semakin rentan akibat menurunnya daya dukung lingkungan. Cuaca ekstrem membuat hampir seluruh destinasi wisata berbasis alam berada dalam status siaga hingga darurat hidrometeorologi.
Badai dapat datang tiba-tiba di perairan dan udara, sementara di daratan banjir dan tanah longsor kerap memutus akses menuju lokasi wisata. Dampaknya bukan hanya mengancam keselamatan pengunjung, tetapi juga menghentikan aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis alam ketika iklim berada pada kondisi ekstrem. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (17/12/2025).
Di Jawa Timur, bencana longsor terjadi berulang kali, terutama di kawasan Pacet, Mojokerto. Jalur menuju kawasan wisata tersebut dikenal rawan longsor. Pada awal April 2025, menjelang akhir musim hujan, longsor menimbun dua mobil pemudik dan menewaskan 10 orang. Memasuki awal musim hujan berikutnya, longsor dan pohon tumbang kembali terjadi di sejumlah titik sepanjang jalur wisata.