Acara yang digelar sejak pagi itu dihadiri ribuan penonton, mulai dari masyarakat lokal, pejabat daerah, hingga wisatawan asing. Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyiapkan stan kuliner khas Madura seperti sate lalat, nasi serpang, dan topa’ ladhe untuk memanjakan pengunjung.
Antusiasme warga dan wisatawan membuktikan bahwa Kerapan Sapi bukan sekadar tradisi lomba, tapi perayaan budaya yang menyatukan masyarakat lintas daerah dan bangsa.
Madura kembali menegaskan posisinya sebagai ikon budaya Jawa Timur yang berkelas dunia, di mana keringat sapi, semangat joki, dan sorak penonton berpadu menjadi energi kebanggaan yang tak lekang oleh waktu. (ivan)